Launching Buku: "Merdeka dari Kekerasan – Belajar dari Pengalaman"

Launching Buku: "Merdeka dari Kekerasan – Belajar dari Pengalaman" Yayasan JaRI dengan bangga mempersembahkan buku "Merdeka dari Kekerasan – Belajar dari Pengalaman", yang mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan dan anak serta berbagi pengalaman nyata dari para relawan dan penyintas. Buku ini memberikan pemahaman mendalam tentang realitas kekerasan serta langkah-langkah advokasi untuk perubahan sosial yang lebih adil.

✏️ Penulis:
Rismiyati E. Koesma, Ilsa Nelwan, Fitri Ariyanti Abidin, Peter R. Nelwan

📖 Detail Buku:
Diterbitkan oleh Penerbit Universitas Sanata Dharma (USD), 2025

Tebal: xv + 144 halaman
ISBN: 978-623-143-099-1
Harga: Rp 70.000 (belum termasuk ongkos kirim)

🏢 Launching Buku:
🗓 Tanggal: 26 April 2025
🏛 Tempat: Gedung Perpustakaan Lt.4, Fakultas Hukum UNPAD
📍 Alamat: Jl. Dipati Ukur No.35, Bandung

📞 Informasi dan Pemesanan:

Sekretariat Yayasan JaRI
Komplek Luxor Permai No. 12A Lantai 3
Jl. Kebonjati No. 41, Kelurahan Kebon Jeruk
Kecamatan Andir – Kota Bandung
Kode Pos 40181

Kontak: +62 823-1820-6087

Komentar Para Ahli

Buku ini mendapat apresiasi dari berbagai ahli di bidang psikologi, jurnalisme, advokasi perempuan, dan tokoh agama.


“Buku ini mengungkap bagaimana relawan memberikan harapan bagi penyintas, belajar tentang keterbatasan dan memberikan hadiah bagi pembaca tentang harapan dan pengalaman pendampingan.”
— Prof. Irwanto, Ph.D, Psikolog, Unika Atma Jaya Jakarta


“Buku ini membahas kekerasan seksual secara mendalam, mengungkap dampaknya yang luas. Di balik senyapnya, JaRI berperan penting dalam mendukung korban secara efektif, meski sering luput dari sorotan publik.”
— Ratih Hardjono, Jurnalis


“Buku ini tidak berangkat dari standar penanganan kekerasan yang diadopsi secara internasional, tetapi dipetik dari pengalaman penanganan kasus sehingga kaya dan beragam namun unik.”
— Lies Marcoes, Aktivis Perempuan, Penulis feminis kritis


“Buku ini mengungkap bagaimana kekerasan terhadap perempuan dan anak melanggar nilai agama, sosial, dan kemanusiaan, serta membahas fakta sosial, dampaknya yang luas, dan langkah advokasi untuk melawan ketidakadilan.”
— KH. Husein Muhammad, Pengasuh Pesantren Dar al Fikr, Cirebon