Refleksi Sekolah Pemikiran Perempuan

Refleksi Sekolah Pemikiran Perempuan

Refleksi Sekolah Pemikiran Perempuan di Hari Perempuan Internasional 2022 oleh: Keni Soeriaatmadja“Apakah Anda tau apa artinya menjadi janda? Apakah anda tahu apa artinya menjadi tua?” Begitu menohok undangan berpikir dari Toeti Heraty dalam buku “Prosa Lirik Calonarang: Kisah Perempuan Korban Patriarki”, salah satu bacaan wajib Sekolah Pemikiran Perempuan minggu ini. Kalimat itu terus-menerus terngiang di kepalaku, entah mengapa. Aku bukan janda dan masih setengah tua. Bisikan syukur yang kudengar dalam hati menunjukkan persepsi dangkalku mengenai kondisi janda dan tua sebagai hal yang bukan terlalu menyenangkan untuk dibayangkan. Akhir-akhir ini pikiranku tengah terpusat pada ibuku, Ia menyandang keduanya, janda dan sepuh usianya. Setelah 20 tahun mengabdi jadi anak baik-baik bagi orang tuanya yang juga berasal dari keluarga menak Sunda kemudian menjalankan hidup 53 tahun menjadi istri yang setia, dan sampai sekarang 52 tahun sudah ia berperan sebagai seorang Ibu. Pernah juga ia disibukkan oleh kegiatan Dharma Wanita di lingkungan kampus tempat ayahku mengajar namun kini Ibu sudah ditinggal oleh Bapak dua tahun lalu, dan semua anaknya...
Read More