Merayakan Hari Perempuan Sedunia 2023

Merayakan Hari Perempuan Sedunia 2023

Merayakan Hari Perempuan Sedunia 2023 ​Oleh: Ilsa NelwanHari perempuan internasional diperingati setiap tanggal delapan maret untuk memperingati demonstrasi buruh perempuan di New York pada tahun 1857,1907 dan 1909. PBB mulai memperingati Hari Perempuan Internasional mulai 8 Maret 1975 yang diikuti oleh penetapan Hari Perempuan Sedunia 8 Maret 1977.International Women’s day (IWD) berasal dari Gerakan buruh AS pada tahun 1908 dimana 1500 buruh turun ke jalan di New York untuk menuntut jam kerja yang lebih singkat, upah yang layak dan hak untuk memilih. Gagasan untuk menetapkan tanggal 8 Maret sebagai IWD datang dari Clara Zetskin seorang aktivis hak perempuan pada konperensi internasional pekerja perempuan di Copenhagen tahun 1910. Ada 100 orang peserta dari 17 negara yng seluruhnya setuju pada usul tersebut.Tema Hari Perempuan sedunia tahun 2023 adalah #EmbraceEquity atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah #RangkulKesetaraan. Artinya kita semua dapat menentang stereotip gender, menentang diskriminasi, menarik perhatian pada bias, dan mengupayakan inklusi. Hal ini dapat dilakukan dengan aktivisme kolektif untuk mendorong perubahan. Tema...
Read More
Selaput dara sebagai mitos kesucian

Selaput dara sebagai mitos kesucian

Selaput dara sebagai mitos kesucian, dan keperawanan adalah konstruksi sosial Test keperawanan adalah kekerasan terhadap perempuan Oleh : Ilsa Nelwan Pemerintah Inggris minggu yang lalu memutuskan membuat hymenoplasty atau bedah reparasi keperawanan dengan atau tanpa persetujuan adalah tindakan illegal. Langkah ini merupakan kelanjutan perubahan undang undang, diperkenalkan pada bulan November 2021, yang diantaranya menyatakan test keperawanan merupakan tindakan kriminal. Test keperawanan dan bedah reparasinya sering terjadi ditengah budaya konservatif maupun liberal. Penghargaan terhadap keperawanan perlu diuraikan lebih jauh dari test keperawanan dan bedah restoratif keperawanan. Di Indonesia yang ramai ditentang masyarakat luas adalah test keperawanan sebagai ukuran moral untuk menjadi anggota POLRI atau Angkatan Bersenjata. Ternyata pada tahun 2014 telah ada SK di Kepolisian ditandatangani oleh Jenderal Badrudin Haiti, sedangkan pada tahun 2017 ketentuan test keperawanan di Angkatan Darat dihilangkan dengan Juknis pemeriksaan badan TNIAD nomor B/1372/VI/2021 tertanggal 14 Juni 2021. TNI AL dan TNI AU menyatakan di lingkungannya tidak pernah ada test keperawanan. Ada perdebatan antara yang tidak setuju dan tetap setuju terhadap test keperawanan...
Read More