Ibu Bilang Tidak Apa-Apa Kalau Ayah Memukul

Ibu Bilang Tidak Apa-Apa Kalau Ayah Memukul

Ibu Bilang Tidak Apa-Apa Kalau Ayah Memukul Oleh: RJ Saat saya bertanya kepada ibu kenapa ia bertahan, jawaban beliau klise, “Karena kamu dan kakakmu.” Waktu itu saya percaya, bahwa bertahan karena alasan anak adalah satu-satunya jalan yang tersedia bagi korban KDRT. Tidak apa-apa dipukul, mendapat kekerasan psikis, bahkan seksual, asalkan ada anak sebagai jaminan keutuhan rumah tangga. Ketika melihat ibu dijambak, dibentak, dan diseret, sempat tertanam dalam kepala saya bahwa perlakuan tersebut adalah bagian dari “peran” seorang ibu di dalam rumah. Yang membuat saya kecewa dan marah adalah tidak ada seorang pun yang memberitahu kalau kekerasan yang saya saksikan adalah salah dan tidak sepatutnya seorang istri diperlakukan demikian. Bahkan ibu memilih diam seribu bahasa, meninggalkan saya dengan trauma dan jawaban yang harus saya cari sendiri. “Mengapa seorang ibu tidak menjelaskan dengan gamblang apa yang sebenarnya terjadi?” adalah pertanyaan yang timbul dan butuh waktu lama bagi saya untuk mencernanya dalam kepala. Dahulu, sulit untuk saya memahami posisi korban kekerasan. Saya gagal mempertimbangkan bahwa ibu saya...
Read More