Trilogi Kartini

Trilogi Kartini

Trilogi Kartini Review buku Trilogi Kartini, Wardiman Djojonegoro. September 2024 Kumpulan surat surat, biografi, inspirasi Kartini dan kesetaraan gender Indonesia. Oleh Ilsa Nelwan, dr. MPH Seorang perempuan Jawa pada awal tahun 1900 telah memperjuangkan emansipasi, pikiran dan cita-citanya dikenal di tingkat global jauh sebelum identitas Indonesia sebagai bangsa dikenal dan jauh sebelum kesetaraan gender menjadi topik diskusi publik. Konteks dan review buku Trilogi Kartini Tidak banyak buku yang ditulis tentang terjemahan surat surat Kartini, menyusul penerbitan Door Duisternis Tot Licht: Gedachten over en voor het Javaansche volk van Raden Adjeng Kartini (= DDTL atau Habis Gelap Terbitlah Terang: Pemikiran RA Kartini tentang dan untuk Rakyat Jawa) oleh Abendanon pada 1911 yang memuat 105 surat. Diketahui bahwa pada 1938 Armijn Pane menerjemahkan DDTL dengan 87 surat; Sulastin Sutrisno 1979 dengan 116 surat, FGP Jaquet 1986 dengan 110 surat, Joost Coté 2014 dengan167 surat dan buku yang ditulis Wardiman 2024 ini dengan 179 surat. Prof. Dr. Ing Wardiman Djojonegoro adalah guru besar, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia tahun 1993-1998 pada kabinet...
Read More
Mangkuk Retak

Mangkuk Retak

Mangkuk Retak Oleh: Ayu Prawita Pohon bougenville itu datang lagi dalam mimpiku, dan aku merasa sedang berjalan menghampirinya dengan rasa penasaran sekaligus khawatir. Dalam mimpi tersebut, aku ibarat pemeran utama sebuah film dokumenter terburuk yang pernah kulihat sepanjang hidupku. Aku melihat film itu, yakni layar ketidaksadaranku, menampilkan warna-warni yang kabur, dan aku menilai bahwa bunga bougenville yang berwarna oranye dan langit yang terlihat biru cerah tak bisa berbaur serasi dengan kondisi rumah di belakangnya. Rumah dengan pohon bougenville itu cantik. Di sana terdapat juga pohon mangga besar dan sebatang pohon kelapa yang jika dilihat dari arah depan nampak sungguh nyaman. Aku sering menceritakan mimpi itu pada suami dan kedua anakku. Namun, suara malaikat dari dalam hatiku seketika membunyikan lonceng tanda bahaya, jika aku bercerita tentang rumah tersebut. Lonceng tersebut selalu mengingatkanku pada sosok mengerikan yang tinggal di dalam rumah itu. Sosok itu mirip dengan rasa nyaman sebuah rumah berjendela besar, padahal keduanya, baik rumah dan sosok itu adalah penipu! Aku tak mengerti kenapa aku...
Read More
Kekerasan Seksual dan JaRI

Kekerasan Seksual dan JaRI

Bersumber dari survei pengalaman hidup perempuan nasional (BPS) di tahun 2016, 42,7% perempuan yang belum menikah pernah mengalami kekerasan. 34,4% diantaranya kekerasan seksual, 19,6% kekerasan fisik. Sebagian besar pelakunya adalah pasangan atau pacarnya sendiri. Apa yang dimaksud dengan kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan adalah segala bentuk tindak kekerasan berbasis gender yang berakibat atau mungkin berakibat, menyakiti secara fisik, seksual, mental atau penderitaan terhadap perempuan. Termasuk ancaman dari tindakan tersebut, pemaksaan atau perampasan semena-mena kebebasan, baik yang terjadi di lingkungan masyarakat maupun dalam kehidupan pribadi Kekerasan terhadap perempuan akan berdampak sangat buruk terhadap korban, korban yang mengalami kekerasan, akan cenderung menjadi tertutup karena malu, yang paling ditakutkan adalah korban bisa sampai mengalami depresi sehingga dapat menciptakan tendensi bunuh diri. Menyadari fakta tersebut, Yayasan Jari bergerak aktif untuk mempromosikan sebuah kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan melalui banyak media. Dari media cetak sampai media online. Hal ini diharapkan agar masyarakat menyadari dampak dari kekerasan yang terjadi terhadap perempuan. Lebih khusus lagi JaRI berharap supaya perempuan-perempuan...
Read More