Hari Perempuan Internasional /International Women’s Day

Hari Perempuan Internasional /International Women’s Day

Hari Perempuan Internasional /International Women’s Day Oleh : Ilsa Nelwan International Women’s Day Hari perempuan internasional di seluruh dunia yang diperingati setiap tanggal 8 Maret, merupakan selebrasi pencapaian perempuan di berbagai bidang sosial, ekonomi, budaya maupun politik namun sekaligus juga menunjukkan masalah yang dihadapi sehari hari dan dalam lingkup professional. Hari ini juga bisa dilihat sebagai seruan untuk percepatan kesetaraan gender. Tahun ini international women’s day menekankan tantangan yang muncul akibat pandemi COVID‐19. Sejarah IWD bisa dilihat pada tahun1909 tanggal 28 Februari Partai Sosialis AS menyatakan hari ini untuk memperingati pemogokan buruh garmen di New York. Namun peringatan pertama IWD dilaksanakan tahun 1911, dimana perempuan dari berbagai negara Eropa berpartisipasi dalam demonstrasi. Lebih dari satu juta orang turun ke jalan menuntut hak untuk memilih dan hak untuk bekerja dalam jabatan publk. Perempuan juga memprotes diskriminasi berdasarkan jenis kelamin dan menuntut persamaan pembayaran. Pada awalnya peringatan ini dilaksanakan utamanya di negara negara komunis dan sosialis, baru pada 1967 setelah PBB mengakui dan mulai memperingatinya sebagai...
Read More
Menciptakan kelestarian hari esok

Menciptakan kelestarian hari esok

Peringatan Hari Perempuan Internasional 2022 Menciptakan kelestarian hari esok Ringkasan wawancara Najeela Shihab, pegiat Pendidikan. Najeela Shihab, psikolog yang mendirikan sekolah Cikal, dan menciptakan platform “semua murid semua guru”, menyatakan bahwa: Ia menciptakan platform “semua murid semua guru” karena keadaan Pendidikan Indonesia yang darurat. Agar berbagai pihak bisa berkolaborasi terus menerus supaya terjadi integrasi dan transformasi. Tema IWD “Kesetaraan hari ini untuk kelestarian hari esok”. Kaitan perubahan iklim dan kesetaraan gender: Peran pendidikan menguatkan kedua hal ini melalui pendidikan yang akan membangun kompetensi. Pendidik dan orang dewasa perlu menguatkan kemampuan kaum muda untuk bertindak. Orang dewasa perlu menjadi teladan, tetapi perlu juga perlu refleksi bersama. Orang perlu menyadari bahwa membangun keluarga, komunitas sekolah dan keberhasilan upaya mengembangkan bangsa perlu melihat konteks. Tentang perubahan iklim. Agar isu ini juga menjadi masalah semua orang bukan hanya aktivis lingkungan. Nilai nilai kelestarian, lintas disiplin, terkait dengan berbagai peran: Manusia dengan nilai spiritual, warganegara yg percaya pada proses demokrasi, penjaga biodiversitas, perlu membahas hal hal tersebut setiap hari sebagai orang...
Read More
Refleksi Sekolah Pemikiran Perempuan

Refleksi Sekolah Pemikiran Perempuan

Refleksi Sekolah Pemikiran Perempuan di Hari Perempuan Internasional 2022 oleh: Keni Soeriaatmadja“Apakah Anda tau apa artinya menjadi janda? Apakah anda tahu apa artinya menjadi tua?” Begitu menohok undangan berpikir dari Toeti Heraty dalam buku “Prosa Lirik Calonarang: Kisah Perempuan Korban Patriarki”, salah satu bacaan wajib Sekolah Pemikiran Perempuan minggu ini. Kalimat itu terus-menerus terngiang di kepalaku, entah mengapa. Aku bukan janda dan masih setengah tua. Bisikan syukur yang kudengar dalam hati menunjukkan persepsi dangkalku mengenai kondisi janda dan tua sebagai hal yang bukan terlalu menyenangkan untuk dibayangkan. Akhir-akhir ini pikiranku tengah terpusat pada ibuku, Ia menyandang keduanya, janda dan sepuh usianya. Setelah 20 tahun mengabdi jadi anak baik-baik bagi orang tuanya yang juga berasal dari keluarga menak Sunda kemudian menjalankan hidup 53 tahun menjadi istri yang setia, dan sampai sekarang 52 tahun sudah ia berperan sebagai seorang Ibu. Pernah juga ia disibukkan oleh kegiatan Dharma Wanita di lingkungan kampus tempat ayahku mengajar namun kini Ibu sudah ditinggal oleh Bapak dua tahun lalu, dan semua anaknya...
Read More
Selaput dara sebagai mitos kesucian

Selaput dara sebagai mitos kesucian

Selaput dara sebagai mitos kesucian, dan keperawanan adalah konstruksi sosial Test keperawanan adalah kekerasan terhadap perempuan Oleh : Ilsa Nelwan Pemerintah Inggris minggu yang lalu memutuskan membuat hymenoplasty atau bedah reparasi keperawanan dengan atau tanpa persetujuan adalah tindakan illegal. Langkah ini merupakan kelanjutan perubahan undang undang, diperkenalkan pada bulan November 2021, yang diantaranya menyatakan test keperawanan merupakan tindakan kriminal. Test keperawanan dan bedah reparasinya sering terjadi ditengah budaya konservatif maupun liberal. Penghargaan terhadap keperawanan perlu diuraikan lebih jauh dari test keperawanan dan bedah restoratif keperawanan. Di Indonesia yang ramai ditentang masyarakat luas adalah test keperawanan sebagai ukuran moral untuk menjadi anggota POLRI atau Angkatan Bersenjata. Ternyata pada tahun 2014 telah ada SK di Kepolisian ditandatangani oleh Jenderal Badrudin Haiti, sedangkan pada tahun 2017 ketentuan test keperawanan di Angkatan Darat dihilangkan dengan Juknis pemeriksaan badan TNIAD nomor B/1372/VI/2021 tertanggal 14 Juni 2021. TNI AL dan TNI AU menyatakan di lingkungannya tidak pernah ada test keperawanan. Ada perdebatan antara yang tidak setuju dan tetap setuju terhadap test keperawanan...
Read More
Say no to teenage pregnancy

Say no to teenage pregnancy

Say no to teenage pregnancy Saat ini ditengah masyarakat dikenal istilah " marriage by accident", atau MBA. Biasanya itu terjadi karena seorang perempuan menjadi hamil diluar rencana, sebagian besar karena "tidak sengaja", karena sudah melakukan aktivitas seksual sebelum menikah. Lalu hamil dan "terpaksa" menikah, dan Siapa yg paling rugi ? Anak perempuan itu. Laki lakinya bisa mengatakan "bukan saya". Tetapi Anak perempuan yg masih sekolah terpaksa tidak menyelesaikan sekolahnya. Keluarga memaksanya untuk menikah, untuk mengurangi aib keluarga. Pertanyaan sekarang mengapa anak perempuan aktif secara seksual? Karena "semua orang" sudah melakukan itu. "Make love" diumbar di media sosial. Apakah mereka tahu bahwa ada konsekwensi hamil ? dan mungkin tahu tetapi belum tentu mengerti karena aktif secara seksual itu perlu dilatar belakangi pemahaman tentang kesehatan reproduksi, kesadaran tentang hak reproduksi.  Dokter Aida melontarkan istilah ini dalam dialognya. Apakah ada unsafe sex ? Ada. Sama seperti kalau Kita Naik mobil, bagaimana mobil yang aman ?   Mobil yang dikemudikan oleh supir yang sudah punya SIM. Begitu juga safe sex...
Read More
KEKERASAN DALAM PACARAN

KEKERASAN DALAM PACARAN

Kekerasan dalam Pacaran itu apa? Kekerasan dalam pacaran adalah segala bentuk tindakan kekerasan fisik, kekerasan emosional/psikologi, kekerasan ekonomi dan kekerasan seksual dan pembatasan aktifitas yang terjadi pada saat pacaran. Apa saja bentuk kekerasan dalam pacaran? Beberapa tanda kekerasan dalam pacaran termasuk: Memaksa melakukan hubungan seks pada waktu perempuan tidak mau. Menyatakan bahwa perempuan harus mau berhubungan seks karena sudah diajak nonton/makan/jalan jalan. Bersikap cemburu berlebihan termasuk terus menuduh berselingkuh Bersikap sangat mengendalikan, misalnya menentukan baju apa yg harus dipakai, melarang bertemu dengan teman teman atau keluarga, atau menuntut mencek HP, email dan media sosial pasangan perempuan. Terus menerus mengecek pasangan perempuan dan marah bila tidak dicek Merendahkan pasangan perempuan, termasuk penampilan (Baju, makeup, rambut, berat badan) kecerdasan, kegiatan. Mencoba memisahkan pasangan perempuan dari orang lain termasuk dengan menghina mereka. Menyalahkan pasangan perempuan tentang perilaku kekerasannya dan membuat daftar bagaimana pasangan membuatnya melakukan kekerasan. Menolak bertanggung jawab tentang tindakannya. Meminta maaf dan janji untuk berubah berkali kali. Memiliki sifat cepat marah, sehingga pasangan perempuan...
Read More
Belajar untuk merdeka

Belajar untuk merdeka

Belajar untuk Merdeka, Merdeka Belajar Oleh : Ilsa Nelwan* Pengantar Belajar merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap orang. Belajar tidak harus selalu di dalam kelas atau di sekolah, belajar dapat dilakukan dimanapun orang berada. Belajar tidak terbatas pada usia dan waktu. Belajarlah dan tuntutlah ilmu dari sejak dalam buaian sampai ke liang lahat. Merdeka adalah ungkapan kebebasan. Dalam konteks negara, merdeka diungkapkan sebagai bentuk bebasnya suatu negara dari penjajahan atau kolonialisme, namun sebenarnya merdeka juga bisa dimaknakan kebebasan untuk berkiprah dari seseorang sesuai dengan bakat dan potensinya. Where the mind is without fear and the head is held high; Where knowledge is free; Where the world has not been broken up into fragments By narrow domestic walls; Where words come out from the depth of truth; Where tireless striving stretches its arms towards perfection; Where the clear stream of reason has not lost its way; Into the dreary desert sand of dead habit; Where the mind is led forward by thee; Into ever-widening thought and action; Into that heaven of freedom, My Father,...
Read More
RUU PKS untuk solusi Kekerasan Seksual

RUU PKS untuk solusi Kekerasan Seksual

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, pada tahun 2018 tercatat 12.867 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dari jumlah tersebut, sekitar 10.000 adalah korban perempuan. Data ini menunjukkan bahwa 73% dari kekerasan terjadi di ranah privat, dengan pelaku terbanyak adalah pasangan atau pacar korban. Fakta lainnya mengungkapkan bahwa jenis kekerasan yang paling dominan adalah kekerasan seksual. Kesimpulan dari data ini adalah kekerasan seksual terhadap perempuan kerap kali terjadi dan umumnya dilakukan oleh orang yang dikenal atau dekat dengan korban. Pertanyaan penting yang muncul adalah: apa yang bisa dilakukan oleh negara untuk menanggulangi, bahkan mencegah, kekerasan terhadap perempuan? Salah satu solusi yang telah diajukan oleh Komnas Perempuan dan beberapa organisasi kemasyarakatan yang fokus pada isu feminisme adalah Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Lalu, seberapa pentingkah RUU PKS ini untuk segera disahkan? RUU PKS mengatur berbagai aspek penting terkait kekerasan seksual, termasuk kekerasan dalam rumah tangga, yang dianggap memberikan keadilan yang lebih baik kepada...
Read More
Kekerasan Seksual dan JaRI

Kekerasan Seksual dan JaRI

Bersumber dari survei pengalaman hidup perempuan nasional (BPS) di tahun 2016, 42,7% perempuan yang belum menikah pernah mengalami kekerasan. 34,4% diantaranya kekerasan seksual, 19,6% kekerasan fisik. Sebagian besar pelakunya adalah pasangan atau pacarnya sendiri. Apa yang dimaksud dengan kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan adalah segala bentuk tindak kekerasan berbasis gender yang berakibat atau mungkin berakibat, menyakiti secara fisik, seksual, mental atau penderitaan terhadap perempuan. Termasuk ancaman dari tindakan tersebut, pemaksaan atau perampasan semena-mena kebebasan, baik yang terjadi di lingkungan masyarakat maupun dalam kehidupan pribadi Kekerasan terhadap perempuan akan berdampak sangat buruk terhadap korban, korban yang mengalami kekerasan, akan cenderung menjadi tertutup karena malu, yang paling ditakutkan adalah korban bisa sampai mengalami depresi sehingga dapat menciptakan tendensi bunuh diri. Menyadari fakta tersebut, Yayasan Jari bergerak aktif untuk mempromosikan sebuah kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan melalui banyak media. Dari media cetak sampai media online. Hal ini diharapkan agar masyarakat menyadari dampak dari kekerasan yang terjadi terhadap perempuan. Lebih khusus lagi JaRI berharap supaya perempuan-perempuan...
Read More
Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Kekerasan dalam Rumah Tangga, sebagaimana hasil data yang dikumpulkan dari laporan pengaduan terhadap lembangan perlindungan perempuan pada tahun 2018. Angka terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dengan perempuan sebagai korban semakin banyak terjadi. Mengapa bisa demikian?   Kenapa harus perempuan yang jadi korban. Adanya diskriminasi gender dalam sebuah hubungan seperti keyakinan bahwa perempuan adalah manusia yang lemah dan tergantung. Sedangkan Laki-laki adalah manusia aktif, agresif dan pemimpin. Dengan kedudukan posisi perempuan selalu dianggap atau bahkan menganggap dirinya lebih rendah dibandingkan laki-laki.   Karena diskriminasi gender seperti yang sudah disebutkan, banyak perempuan tidak menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban KDRT. Karena setelah menikah dianggap laki-laki dapat menguasai istrinya sepenuhnya, sehingga apapun yang dilakukan laki-laki terhadap istrinya sulit dipersalahkan. Terlebih lagi karena tindak KDRT ini ada di ranah privasi semakin sulit mencegah atau membantu para korban.   Korban sering kali tidak mau mengadu karena takut dan malu, dianggap membuka aib keluarga, atau menjelek-jelekan suaminya. JaRI sendiri sudah banyak membantu korban KDRT pulih dari keadaanya, membantu mendukung korban untuk dapat...
Read More